<p data-path-to-node="5"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="5">KAPAL</b> – Menjelang tanggal 1 April 2026, di mana TPA Suwung dikabarkan akan menghentikan penerimaan sampah organik, Pemerintah Kelurahan Kapal bersama Desa Adat Kapal mengambil langkah proaktif. Sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) strategis digelar dengan merangkul seluruh penyedia jasa angkutan sampah yang beroperasi di wilayah Kapal.</p> <p data-path-to-node="6">Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Lurah Kapal, I Nyoman Adi Setiawan, S.STP., M.AP., bersama jajaran prajuru Desa Adat Kapal ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi sistem yang sedang berjalan, serta menyusun skenario terbaik agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di masa transisi.</p> <p data-path-to-node="6"><img height="100px" src="https://kelurahankapal.badungkab.go.id/storage/kelurahankapal/image/whatsapp-image-2026-03-30-at-113018-am-20260330135513-Z9wBy.jpeg" weigth="100px" /></p> <p data-path-to-node="7"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="7">Momentum Transisi, Bukan Sekadar Aturan</b> Dalam arahannya, Lurah Kapal menyampaikan bahwa penutupan TPA Suwung untuk sampah organik adalah realita regional yang harus dihadapi dengan semangat gotong royong, bukan dengan kepanikan.</p> <p data-path-to-node="8">"Kebijakan dari TPA Suwung ini pada dasarnya adalah momentum bagi kita semua untuk naik kelas dalam menjaga lingkungan. Per 1 April nanti, armada angkut memang akan difokuskan untuk membawa sampah non-organik atau residu saja. Oleh karena itu, kita kumpulkan rekan-rekan jasa angkut hari ini untuk menyamakan langkah, sekaligus mencari tahu apa saja yang bisa kita bantu dari sisi pemerintahan dan adat agar kerja mereka di lapangan lebih lancar," ungkap Adi Setiawan.</p> <p data-path-to-node="9"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="9">Evaluasi Jadwal dan Dinamika di Lapangan</b> Dalam sesi dengar pendapat, para penyedia jasa angkut menyampaikan sejumlah dinamika operasional. Evaluasi mengenai jadwal pengangkutan sampah terpilah menjadi salah satu topik utama agar ritme pengangkutan lebih efisien.</p> <p data-path-to-node="10">Selain itu, para penyedia jasa angkut juga berbagi tantangan edukasi di lapangan. Diakui bahwa mengubah kebiasaan membuang sampah masyarakat membutuhkan proses. Masih ada beberapa kendala teknis di mana sebagian kecil warga belum terbiasa memisahkan sampah basah dan kering dengan sempurna saat jadwal pengangkutan tiba.</p> <p data-path-to-node="11"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="11">Mengedepankan Pendekatan Persuasif dan Humanis</b> Merespons dinamika tersebut, Kelurahan dan Desa Adat Kapal sepakat untuk tidak menggunakan pendekatan represif kepada warga, melainkan memperkuat edukasi dan pendampingan. Prajuru Adat, Kepala Lingkungan (Kaling), dan Kelian Banjar akan terjun langsung mendampingi para petugas angkut guna memberikan pemahaman kepada masyarakat secara humanis.</p> <p data-path-to-node="11"><img height="100px" src="https://kelurahankapal.badungkab.go.id/storage/kelurahankapal/image/whatsapp-image-2026-03-30-at-113017-am-20260330135513-wXseJ.jpeg" weigth="100px" /></p> <p data-path-to-node="12">"Kami menyadari bahwa perubahan kebiasaan ini tidak bisa instan dan butuh adaptasi. Pemerintah dan Desa Adat tidak akan menyalahkan warga, apalagi membiarkan warga berjuang sendiri. Kami akan terus mendampingi dan memberikan solusi edukasi, seperti pemanfaatan Teba Modern atau komposter di pekarangan rumah," tambah Adi Setiawan.</p> <p data-path-to-node="13">Sebagai penutup, Lurah Kapal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menyukseskan pemilahan sampah dari rumah.</p> <p data-path-to-node="12">"Ini bukan lagi imbauan, tapi keharusan. Kita tidak bisa terus-terusan membuang masalah ke tempat lain. Mari biasakan kelola sampah sendiri. Karena di Kelurahan Kapal, urusan sampah harus: <b data-index-in-node="201" data-path-to-node="12">Selesai Diawal</b>," tutup Adi Setiawan.</p> <p data-path-to-node="13"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="13">(Tim Humas Kelurahan Kapal)</b></p> <hr data-path-to-node="14" /> <p data-path-to-node="15"><b data-index-in-node="0" data-path-to-node="15">Kategori:</b> Pemerintahan / Lingkungan Hidup</p>
Antisipasi Kebijakan TPA Suwung tutup untuk ssampah organik per 1 April, Kelurahan dan Desa Adat Kapal Kumpulkan Seluruh Penyedia Jasa Angkut Sampah
30 Mar 2026